Post-traumatic Stress Disorder atau PTSD: Apakah Itu?

Post-traumatic Stress Disorder atau PTSD: Apakah Itu?

Asuransi kecelakaan adalah salah satu tindakan preventif yang dapat seseorang siapkan untuk perlindungan diri dari kemalangan; baik di rumah, jalan, maupun pekerjaan. Pasalnya, kecelakaan adalah suatu hal yang tidak dapat diprediksi oleh siapa pun. Dengan memiliki pertanggungan ini pun Anda juga menghindarkan diri Anda dari efek samping sebuah kecelakaan; salah satunya adalah post-traumatic stress disorderatau  PTSD.

PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah efek samping dari sebuah kecelakaan yang menyerang psikis seseorang. Dilansir dari Hello Sehat, PTSD adalah keadaan saat mental seseorang mengalami serangan panik karena trauma pada pengalaman di masa lalunya. Selain kecelakaan, gangguan ini juga dapat menyerang seseorang yang pernah berada dalam situasi perang, bencana alam, atau insiden yang mengancam nyawanya. Kejadian-kejadian traumatik inilah yang memicu hadirnya PTSD dalam diri seseorang.

Seseorang yang terkena PTSD tetap berperilaku dan interaksi seperti manusia biasa. Hanya saja, di waktu-waktu tertentu ketika suatu hal mengingatkannya kepada kejadian traumatik yang dialaminya di masa lalu, serangan panik terjadi. Gangguan ini tidak serta merta muncul sesaat setelah kejadian menimpa seseorang. Banyak kasus PTSD justru muncul—atau disadari—beberapa bulan pascakejadian.

Gangguan stres pascatrauma lebih banyak menyerang wanita. Pasalnya, wanita memiliki tingkat kepekaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Sehingga sensitivitas yang dimilikinya akan suatu kejadian traumatik lebih intens. Orang dengan PTSD memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tidak dapat berhenti memikirkan kejadian traumatik tersebut;
  • Menjauh dari kehidupan sosial;
  • Memiliki tingkat emosi yang lebih tinggi atau naik-turun dengan mudah;
  • Timbul masalah afeksi, seperti tidak mampu menunjukkan rasa kasih sayang kepada orang lain;
  • Sulit tidur atau berkonsentrasi;
  • Fisik terganggu, seperti terjadinya peningkatan tekanan darah dan detak jantung, napas cepat, otot tegang, mual, atau diare yang lebih sering

Membagi kepedihan yang dirasa kepada teman atau anggota keluarga mungkin memang dapat meringkankan perasaan stres yang diderita oleh seseorang. Akan tetapi, post-traumatic stress disorder adalah sebuah penyakit mental. Sebagaimana luka pada tubuh atau organ dalam tubuh yang mesti diobati dengan bantuan dokter umum maupun spesialis, luka psikis yang diderita oleh penderita PTSD pun perlu diobati oleh psikiater.

Bila Anda atau orang terdekat Anda pernah mengalami suatu kejadian traumatik dan kiranya merasa mengalami gangguan ini, segeralah berkunjung ke pihak profesional untuk mendapatkan bantuan dan hindarilah melakukan self-diagnose atau mendiagnosa diri sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *